Langsung ke konten utama

Postingan

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19

Tetaplah waras, meski zaman sedang gila-gilanya. Apakah ada diantara kamu yang merasa sedih, tertekan, khawatir, bingung, atau marah? Itu adalah hal yang normal saat kita berada dalam masa krisis pandemi.  Apalagi bagi kita yang sudah memasuki Quarter Life Crisis yang membuat insecure, karena tidak ada teman sepenanggungan untuk sambat. Tapi kita musti beruntung karena hidup di akhir zaman era teknologi yang membuat kita bisa curhat pada teman lewat media online. Apalagi dapat bantuan kuota gratis kan ye? Namun kita harus berusaha untuk menjaga pikiran tetap jernih demi kesehatan mental kita, apalagi PK, KKN dan Kuliah yang membuat kita semakin ambyar saja. Ada beberapa tips untuk menghadapi stres selama wabah COVID-19: 1. Sharing atau curhat dengan teman Salah satu kebutuhan mendasar manusia adalah kebutuhan untuk mendengarkan dan didengarkan. Bicaralah pada orang yang kamu percayai. Ceritakan bagaimana keadaanmu dan apa yang kamu rasakan, bagi suasana hati dengan teman, keluarga...

Protokol Isolasi Mandiri Covid-19

Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan Indonesia yang belum terselesaikan hingga kini. Saat ini pemerintah beserta seluruh masyarakat Indonesia masih terus berjuang untuk menekan angka penyebaran virus Corona itu sendiri. Meningkatnya kasus positif yang cukup signifikan ini menunjukkan bahwa penularan virus di masyarakat masih terus terjadi. Dalam hal ini pemerintah tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk mematuhi anjuran yang telah diberikan. Terutama rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Tidak semua pasien Covid-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien yang gejalanya ringan atau tidak bergejala boleh melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain isolasi, untuk mereka yang pernah kontak dekat degan penderita yang sudah dinyatakan positif, juga harus menjalani karantina mandiri di rumah. Isolasi mandiri dapat dilakukan untuk memberikan ruang di rumah sakit bagi para penderita berat yang membutuhkan pertolongan medis. Dilansir dari kompas.com , menurut dr. Pompini A...

Menjaga Kesehatan Tubuh Selama Pandemi Covid-19

Kesehatan merupakan prioritas utama dalam musibah Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia. Pemerintah gencar mendisiplinkan masyarakatnya agar mematuhi protokol kesehatan, bahkan ada provinsi yang menerapkan ulang PSBB demi menekan angka pertumbuhan covid-19. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan mulai dari diri sendiri atau sedang berada di tempat umum untuk menjaga kesehatan tubuh dari covid-19 agar tidak tertular.  Memulai dari diri sendiri 1. Mencuci tangan Mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu cara menjaga kesehatan tubuh Covid-19 paling efektif untuk mencegah penyebaran atau penularan virus ini. Awali dengan membasahi kedua telapak tangan menggunakan air mengalir. Lalu sabuni telapak tangan dan gosok semua permukaan kulit tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari, minimal selama 20 detik. Kemudian bilas hingga bersih dengan air mengalir dan keringkan menggunakan kain bersih atau tisu. Sering-seringlah cuci tangan dengan sabun, seperti...

Belajar Efektif Selama Pandemi Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya pada bidang ekonomi. Namun, juga berdampak pada bidang pendidikan. Dengan perubahan sistem belajar tatap muka menjadi sistem pembelajaran jarak jauh. Banyak orang menilai bahwa pmbelajaran jarak jauh ini kurang efektif dengan berbagai alasan.  Efektif atau tidak tergantung pada cara kita mengorganisir waktu dan kegiatan kita selama pandemi. Berikut beberapa cara efektif belajar dari rumah untuk siswa selama pandemic Covid-19. 1. Tentukan waktu belajar Untuk mewujudkan belajar yang efektif adalah dengan menentukan jadwal belajar, menentukan dari pukul berapa hingga pukul berapa ingin belajar. Waktu bisa disesuaikan dengan jam belajar sekolah. Namun, jika jam belajar sekolah kiranya sangat berat karena biasanya dari pagi hingga sore menyebabkan kejenuhan. Jadi tidak persis dengan jam sekolah/kuliah bukanlah masalah. Misalnya belajar dari puku 08.00 hingga puku 13.00 08.00 – 09.00: Kimia 09.00 – 09.30: Istirahat 09.30 – 10.30: Bahasa Inggris 10.30 –...

New Normal untuk Work From Home

Adapatasi Kebiasaan Baru atau New Normal dilihat sebagai sebuah keharusan di masa pandemi ini agar roda perekonomian tetap berjalan dan kelangsungan proses pendidikan tetap berjalan.  Bagi Pekerja, orangtua atau pelajar  penting untuk mengikuti panduan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan baru selama pandemi covid-19.  Apalagi untuk pekerja atau siswa yang sedang bekerja dan belajar dari rumah. Mereka banyak menghabiskan waktu  di rumah guna memutus rantai penyebaran Covid-19, entah itu bergantian shift, sepenuhnya mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, belajar secara daring. Berikut anjuran selama bekerja dan belajar di rumah sesuai ketentuan New Normal: Sek mesem sek 1. Tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan mendesak jangan keluar rumah. Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker, hindari ke tempat-tempat dengan kerumunan orang banyak, selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, segera selesaikan keperluan lalu pulang.  Jadi tidak pe...

Penerapan New Normal di Tempat Kerja

WHO telah menyatakan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai sebuah pandemi. Penyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini sudah semakin meluas lintas wilayah dan lintas negara yang diiringi dengan peningkatan jumlah kasus dan jumlah kematian. Situasi ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia, sehingga diperlukan strategi dan upaya yang komprehensif dalam percepatan penanganan COVID-19.  Penerapan New Normal di Tempat KerjaNew Normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan untuk mengimplementasikan skenario New Normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. Tentunya dengan ketentuam indikator dari WHO dalam rangka skenario new normal di tengah pandemi corona.  Berikut Panduan New Normal Pencegahan Penularan Covid-19 dari Kemenkes: a. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan ...

Pembatasan Jarak Fisik Menekan Kasus Positif Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggunakan istilah Physical Distancing atau jarak fisik sebagai cara untuk menghindari penyebaran virus corona lebih luas. Istilah physical distancing menggantikan istilah Social Distancing yang dianggap seperti orang-orang harus berhenti berkomunikasi satu sama lain. Social Distancing adalah pilihan bahasa yang kurang tepat, karena dinilai menjaga jarak sosial. Di masa wabah ini kontak fisik tentu harus diminimalisir, tetapi kita harus tetap dekat satu sama lain secara sosial. Menurut WHO, Physical Distancing adalah pembatasan jarak individu secara fisik dan tidak mengharuskan memutuskan hubungan kekrabatan atau hubungan sosial. Jika diambil contoh, maka masyarakat bisa berdiam di tempat atau di rumah masing-masing dan masih bisa menjalin silaturahmi dan interaksi sosial lewat media sosial. Melansir detik.com Profesor Sosiologi di Universitas Stanford AS Jeremy Freese yang dikutip dari Aljazeera mengatakan “ Social distancing atau jarak sosial t...