Langsung ke konten utama

Le Plus Vieux Marché de Legi Kotagede


Le plus vieux marché de Legi Kotagede  



Il y a longtemps, Kotagede été la capitale de Mataram Islam (maintenant Yogyakarta). Dans la capitale il y a 4 éléments, ce sont l’alun-alun(l’esplanade se trouve devant le palais ou devant l’officielle gouvernement), la mosquée, le palais (Kraton, le palais de Yogyakarta), et le marché.

Le marché Legi Kotagede est le plus mieux marché à Yogyakarta, a été construit en 1930 pendant le governement de Panembahan Senapati. Le marché Legi Kotagede était le central  d’économie de Mataram Islam. Le marché est ouvert presque 24 heures. Le marché se trouve entre le monument de Jumenengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX et la centrale électrique (Babon Aniem). Ce monument (Pacak Suji) a été construit en 1940 comme une forme de respect et joie les sociétes de Kotagede à Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Le central électrique (Babon Aniem) a été construit en 1900. Le nom Babon a été utilise parce que le central électrique est le premier central électrique, l’Aniem est l’heritage de Compagnie d’Électricité du Governement Néerlandais.

Beaucoup de sociétés Kotagede travaillen'y comme le commerçant et l’artisan. Legi est le nom du jour dans le calendrier javanais. Au jour du Legi il y a plus vendeurs qui viennent à la marché.

Beaucoup de choses ont été vendu comme les oiseaux, les métiers et les meubles. Maintenant, tout le calendrier javanais est legi beaucoup de marchands d’oiseaux. Comme le il y a la nourriture traditionnelle de Kotagede sont kipa est une aliment traditionnelle de Kotagede a été cuit par farine de riz et a été rempli avec enten-enten (sucré de palme et noix de coco rapée) et yangko est une aliment traditionnelle de Kotagede a été cuit par farine de riz gluant et le goȗt est doux.
On doit conserver le marché de legi Kotagede perce qu’il a valeurs historiques et philosophiques avec de royaume Mataram Islam.
On peut faire quelque chose pour conserver le marché de Legi Kotagede sont maintenir la propeté, la beauté, et ordonné.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuis lewat kahoot

Bonjour à tous ! Kahoot merupakan aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk media pembelajaran, berupa kuis, game atau pertanyaan. Untuk menggunakan kahoot anda harus mendaftar pada akun ini dapat menggunakan akun google atau email. Kemudian anda akan memilih pada tampilan berikut.  Kemudian akan ada tampilan beranda utama pada kahoot.  Keterangan: 1. Garis bertumpuk tiga baris berisi menu discover.  2. Simbol berbentuk + atau plus untuk menambahkan game atau kuis.  Mari kita buka tampilan dari kanan kahoot saya mengambil gambar dari screenshot dari handphone, dan kahoot diakses lewat handpone ataupun Personal Computer.  Keterangan: 1. Quiz: untuk membuat kuis. 2. Jumble: untuk membuat game.  3. Discussion: memaparkan pertanyaan untuk bahan diskusi.  4. Survey: melakukan survey.  Kemudian mari kita buka tampilan garis bertumpuk 3 baris.  Keterangan: 1. My kahoots: berisi kahoot game, kuis ...

Didi Kempot: Godfather of Keambyaran-Heart

“Ambyar, mas. Ambyar!” “Ambyar kepriwe to, dik?” “Ambyarukmo Plazaahh.” https://images.app.goo.gl/o43LBNUbJChT7VUs9 Well , saya memang bukan penggemar lagu-lagu campursari. Tapi, Didi Kempot adalah penyanyi pertama yang lagu-lagunya dapat diterima anak-anak milenial. Meskipun berbahasa jawa, lagu-lagu Didi Kempot banyak digandrungi. Buktinya, teman saya yang di pelosok Medan sana hafal betul lirik Pamer Bojo , meskipun gatau artinya. Maestro Didi Kempot memang mewakili kaum-kaum ambyar dalam perihal asmara. Itulah mengapa dia pantas menyandang gelar The Godfather of Brokenheart . Hampir semua lagunya menceritakan tentang orang-orang dengan berbagai bentuk kegagalan dalam hubungan. Dari kecewa, ditikung, ditinggal rabi sampai rindu level mie Samyang. Sewu kuto uwis tak liwati. Sewu ati tak lakoni Salah satu lagu Didi Kempot yang kerap kita dengar lewat radio-radio semasa kecil. Dahsyat to ya? Seribu kota telah dilampaui padahal di indonesia Cuma ada 500an kabupaten/ko...

Protokol Isolasi Mandiri Covid-19

Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan Indonesia yang belum terselesaikan hingga kini. Saat ini pemerintah beserta seluruh masyarakat Indonesia masih terus berjuang untuk menekan angka penyebaran virus Corona itu sendiri. Meningkatnya kasus positif yang cukup signifikan ini menunjukkan bahwa penularan virus di masyarakat masih terus terjadi. Dalam hal ini pemerintah tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk mematuhi anjuran yang telah diberikan. Terutama rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Tidak semua pasien Covid-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien yang gejalanya ringan atau tidak bergejala boleh melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain isolasi, untuk mereka yang pernah kontak dekat degan penderita yang sudah dinyatakan positif, juga harus menjalani karantina mandiri di rumah. Isolasi mandiri dapat dilakukan untuk memberikan ruang di rumah sakit bagi para penderita berat yang membutuhkan pertolongan medis. Dilansir dari kompas.com , menurut dr. Pompini A...